/ Home / Balap /
Balap
Terpuruk di Jerez, Hamilton tak Kecewa
Minggu, 14 Februari 2010 | 00:53 WIB

TRIBUN, JEREZ - Terpuruk di peringkat sembilan, dari sepuluh pembalap yang mengikuti uji coba Jerez hari ketiga, Sabtu  (13/2/2010), pembalap McLaren, Lewis Hamilton tak merasa kecewa.
   
Alih-alih menggerutu, ia justru mencoba untuk bersikap bijak. "Ini hanya uji coba. Baru uji coba. Ini hanya satu dari sekian hari yang akan dilalui. Dan percayalah, ini akan segera dilupakan," ujarnya santai dikutip dari Planet-F1.com.
   
Hamilton kali ini memang tampak jauh lebih sabar. Begitu juga tingkahnya di sirkuit yang terkesan hati-hati. Ia seperti ingin mengakrabi lagi sudut-sudut sirkuit Jerez dengan mengemudi tak terlalu cepat saat hari masih cerah.
   
"Aku ingin semacam pemanasan dulu. Berputar tanpa kecepatan maksimal. Perlahan-lahan untuk nanti sampai klimaks. Sayangnya, rancanaku gagal lantaran hujan keburu turun," ungkap pembalap asal Inggris yang hanya melalap 68 lap ini.
   
Rekan Jenson Button ini kembali menegaskan sama sekali tak tertekan mesti gebrakannya jauh dari harapan. "tidak, saya sama sekali tidak tertekan. Saya tetap merasa fokus, tanpa ada kekhawatiran sama sekali," ujarnya dikutip dari Autosport.
   
"Kita sudah cukup kerja keras hari ini. Saya memang lebih suka andai hujan tak turun, dan kita bisa mengetes mobil dengan sempurna, tapi beginilah ternyata situasinya," katanya.

Tantangan Alonso
Hamilton jadi satu dari empat juara dunia yang akan bertarung di adu jet darat 2010. Tiga lainnya adalah  Michael Schumacher di Mercedes, Fernando Alonso di Ferrari, Lewis Hamilton dan Jenson Button di McLaren.
   
Persaingan di antara keempatnya sudah memanas. Fernando Alonso makin memanaskan persaingan dengan kembali menantang Schumi.
   
"Saya selalu menikmati persaingan dengan pembalap dengan nama besar, saya menikmati pertarungan akbar, dan tentu saja sangat spesial bisa bertarung dengan Schumacher," ujar driver asal Spanyol itu dikutip dari Planet-F1.
   
Alonso pernah dua kali mengalahkan Schumacher, sekaligus merebut titel juara dunia di tahun 2005 dan 2006.
   
Di tahun 2005, Alonso yang ketika itu memperkuat Renault mengoleksi poin akhir 133 atau unggul 71 poin dari Schumacher yang mengakhiri musim di tempat ketiga. 

Pertarungan di tahun 2006 berlangsung ketat. Alonso jadi juara dunia dengan 134 poin, sedangkan Schumi jadi runner-up dengan nilai 121.  "Persaingan dengan Michael selalu lebih mengasyikkan dibandingkan dengan pembalap yang lain," pungkas Alonso.(PERSDA NETWORK/DEN)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved