Tajuk Tamu
Likupang Situs Warisan Dunia

Kamis, 18 Februari 2010 | 00:59 WIB

Tonny Rondonuwu
Facebooker Tribun Manado

BEGITU menggelitik berita di sejumlah media lokal tentang meninggalnya seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Samratulangi di kawasan wisata Pulau Lihaga - depan Gangga Island Resort, Minahasa Utara (Minut).

Sebenarnya, apa yang menarik? Bukankah kematian seorang calon dokter adalah hal biasa seperti juga yang biasa terjadi pada setiap orang, apapun status sosialnya? Tetapi kematian sang calon dokter ini justru menjadi berkah bagi warga pesisir agar masyarakat luar tahu keberadaan daerah kepulauan di Likupang yang serba memprihatinkan.

Bermula dari keberadaan Pulau Lihaga yang sebenarnya hanyalah satu di antara pulau tak berpenghuni di gugus kepulauan Gangga Bangka Talise. Kurang lebih 2 mil sebelah utara Pelabuhan Likupang, Kabupaten Minut, yang terpublikasi karena keindahan panorama bawah lautnya. Bukan itu saja, bulan lalu, di kawasan ini telah ditemukan sekelompok ikan fosil Coelacanth oleh tim peneliti dari Jepang.

Kurun waktu 1998-2005, ketika pemerintah, khususnya Departemen Kelautan dan Perikanan RI, bekerjasama dengan USAID lewat Program Community Based Coastal Resources Management (CB-CRM) Proyek Pesisir yang di Sulawesi Utara lebih dikenal dengan Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat (PSWP-BM), kawasan Likupang merupakan bagian dari Segitiga Pengembangan Ekowisata Bunaken-Likupang-Lembeh.

Waktu berjalan, event demi event terlaksana, kebijakan dan peraturan pun demikian, bergantian lahir seiring dengan berganti-ganti para kepala daerah dan jajaran pemerintahan di semua tingkatan pemerintahan. Tanpa disadari, komitmen dan Rencana Stategis Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau di Sulawesi Utara ikut terubahkan.

Sebagai saksi sejarah dan orang yang dahulu banyak terlibat dalam proses kegiatan tersebut, saya merasa perlu menceritakan sekaligus mendapatkan umpan-baliknya soal 'Apakah masih seperti itu pandangan dan penghargaan kita tentang Likupang sebagai Kawasan Warisan Dunia yang sebenarnya menyimpan sejumlah kekayaan alam warisan nenek moyang kita?

Ada apa di Likupang? Menurut saya, jawaban dimulai dengan warisan apa yang dimiliki Likupang. Mungkin pula ini adalah alasan-alasannya:

(1) Likupang dahulu adalah kota bandar yang cukup ramai selain Manado. Terbukti adanya transaksi perdagangan dengan para pedagang Spanyol dan Portugis sekitar tahun 1400-an. Di tempat ini pernah dibangun Benteng Pertahanan Portugis, yang kini tinggal bongkahan batu kaerna di atasnya telah dibangun toko.

(2) Tak ada tempat lain yang memiliki Kubur Batu Tua (Sarkofagus), jenis yang lebih tua dari waruga, kubur khas orang Minahasa di sejumlah tempat. Data terakhir, jumlah waruga di Likupang lebih banyak dari tempat lain.

(3). Kawasan Pesisir Likupang memiliki jumlah jenis mangrove yang lebih banyak dan lebih luas dari tempat lain di kawasan pesisir Sulut.

(4)  Kawasan Likupang masih menyimpan sejumlah satwa endemik seperti maleo, kepiting kenari, rusa, tarsius, penyu belimbing, coelacanth, dan lain-lain.

(5) Musik tradisional asli Sulut,  musik bia (kerang) di Desa Batu.

(6) Sejumlah tempat di kawasan diakui keindahannya, baik yang di daratan terutama yang di kawasan pesisir. Itu sebabnya telah dibangun sejumlah resor, hotel, dan pavilun untuk mendukung ekowisata dan mungkin yang paling banyak diminati.

(7) Kerukunan sejumlah etnis yang hidup di kawasan ini, dengan adat dan budaya yang beraneka ragam dan masih banyak lagi yang tak cukup diuraikan dengan kata-kata.

Sejauh itu, terbersit pertanyaan 'apakah dengan sedikit kelebihan itu' baik wilayah dan masyarakatnya benar telah merasakan warisan dan kekayaan itu? Ataukah benar kata beberapa sahabat saya, bahwa manfaat dan keuntungan di Likupang sekarang dimanfaatkan pihak lain dan bukan untuk kepentingan penbangunan dan pengembangan kawasan itu. Lihat infrastruktur yang mendukung pengembangan wisata kawasan Likupang?

Sebab Likupang dibanding tempat lain, ternyata jauh tertinggal. Ke depan, yang harus kita hadapi adalah benarkah sumberdaya alam di Likupang akan dirasakan warga masyarakat Likupang seutuhnya? Misalnya emas di Tokatindung-Winuri Kecamatan Likupang Timur? Siapa yang akan pakai duluan?(*)

*)Koordinator Jaringan Kampung Pesisir

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved