Tajuk Tamu
Sang Martir Cinta Kasih
DOK
Moldy Chriz Sege
Kamis, 18 Februari 2010 | 01:10 WIB

Moldy Chriz Sege
Facebookers Tribun Manado

PADA zaman moderen sekarang ini, Valentine dilambangkan oleh hati yang berwana pink, dipanah oleh cupid. Padahal, asal usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol simbol cinta tersebut.

Valentine sebenarnya adalah biarawan Katholik yang menjadi martir.Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.

Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparat dan pejabat, serta adanya pemberontakan rakyat sipil. Sementara itu, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia, dan Turki. Mereka mengancam wilayah eropa utara dan asia. Ternyata wilayah ke kaisaran yang begitu luas dan meluas lewat infasi ini memakan banyak korban.

Untuk mempertahankanya Kaisar Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang dianggap, mampu bertempur, sebagai tentara yang siap di berangkatkan ke medan perang.

Kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan telah menikah bukanlah tentara yang baik. Ikatan itu tentunya akan melemahkan daya tempur mereka. Oleh karena itu Kaisar melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan, atau menikah.

Valentine sang biarawan muda melihat derita mereka yang di rundung trauma cinta tak kesampaian. Diam diam Valentine mengumpulkan mereka dan memberikan siraman rohani dan juga diberikan sakramen pernikahan. Aksi ini tercium oleh kaisar,Valentine ditangkap dan dipenjara karena menentang aturan, dan juga menolak mengakui dewa-dewa romawi.

Di penjara dia bersahabat dengan petugas penjara bernama Asterius. Asterius memiliki seorang putri yang menderita buta sejak lahir, namanya Julia. Valentine berusaha menyembuhkan sambil mengobati valentine mengajar sejarah dan agama.

Beberapa minggu berlalu, Julia belum juga sembuh. Valentine pun tiba saatnya dihukum mati, tetapi dia tak sempat pamit kepada Julia. Ia kemudian menulis pesan untuk Julia. Isinya tentang nasihat  untukselalu dekat dengan Tuhan. Di akhir surat ia menulis "Dengan cinta dari valentine-mu." (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia di eksekusi pada tanggal 14 febuari 269m .Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes, Roma.

Keesokan harinya, Julia menerima surat itu. Saat membuka surat ia dapat melihat huruf dan warna warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaanya.

Pada tahun 496 Paus Gelasius I Menyatakan tanggal 14 febuari ditetapkan sebagai hari peringatan St.Valentine yang kebetulan tanggal tersebut bertepatan dengan perayaan Lupercalia, perayaan orang romawi untuk menghormati Dewa Kesuburan Februata Juno.

Nama Valentine diabadikan melalui festival tahunan,  sepasang kekasih, suami - istri mengucapkan perasaan cintanya. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan saling menuliskan kata kata cinta, memberi coklat bentuk hati, permen, atau bunga. Hingga saat ini Valentine diperingati oleh sebagian besar muda-mudi. (*)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved