Kamis, 4 Maret 2010 | 22:38 WIB
TRIBUN,KOTAMOBAGU- Klub sepakbola kebanggaan Bolmong Raya, Persibom Bolmong, perlahan tapi pasti akan segera menghilang.
Setelah sebagian panggung penonton di Stadion Gelora Ambang dipreteli, aset klub yang tak lagi ikut dalam kancah sepak bola nasional, makin berkurang menyusul pembongkaran mess pemain.
Sudah 11 dari 28 unit bangunan yang sudah hilang atau tak berbentuk rumah lagi. Sebuah truk diparkir di dekat para pekerja yang sedang melepas rangka bangunan, Kamis (04/03/2010).
Dari 28 unit bangunan yang sebagian besar berbahan kayu tersebut, terdapat sebuah rumah untuk sekretariat dan sebuah bangunan di tengah kompleks mess yang biasanya menjadi tempat makan dan fitness pemain dan ofisial.
Dua bangunan itu masih berdiri bersama sejumlah unit rumah yang pernah menjadi tempat bagi para pemain dan ofisial.
"Tujuh rumah di belakang ini sudah dibongkar. Saya tidak tahu pasti mengapa dibongkar. Sempat saya dengar rumah-rumah itu dibawa ke Lolak dan dijual enam atau tujuh juta," ujar seseorang warga yang sering berada di lokasi tersebut.
Yudas Ugu, mantan pemain yang masih menempati sebuah unit rumah di mess, mengungkapkan, ia kini bersiap hengkang.
"Kalau tempat yang saya tempati ini dibongkar, terpaksa saya harus pindah. Saya sudah menemukan tempat baru, meski hanya kos-kosan," kata dia kepada Tribun Manado.
Muhammad Mokoginta, yang sebelumnya menjadi Manajer Persibom, mengungkapkan, pembongkaran hanya dilakukan untuk rumah-rumah yang sudah rusak. Sejak klub tak berkiprah, hanya sebagian rumah yang ditempati.
"Rumah-rumah yang dibongkar hanya yang sudah rusak saja. Sudah cukup lama sebagian rumah di situ tidak ditinggali sehingga tidak ada yang merawat. Kan rugi kalau dibiarkan begitu saja. Lebih baik dibongkar saja," ujar dia.
Sejak terbelit masalah dana yang mengakibatkan gaji dan bonus para pemain dan ofisial tersendat, pemerintah memutuskan untuk menjual lisensi klub yang berstatus peserta Divisi Utama.
Namun, hingga kini tak satu pihak pun yang berminat membeli. Persibom akhirnya tidak ikut lagi kompetisi.(MAX)