Manado City
232 KK Mahakeret Timur- Lawangirung Terima Beras Pengganti

Jumat, 5 Maret 2010 | 10:30 WIB

TRIBUN ,MANADO - Warga Kelurahan Lawangirung dan kelurahan Mahakeret Timur akhirnya bisa  menerima Beras Miskin (Raskin) layak konsumsi.  Sebelumnya warga protes karena Badan Urusan Logistik (Bulog) sempat menyalurkan beras berulat.  Kelurahan Mahakeret Timur mulai  menyalurkan raskin kepada warga yang berhak, Kamis (4/3) kemarin.

Pantauan Tribun Manado di Mahakeret Timur, masih sebagian kecil warga yang datang mengambil jatah beras yang dihargai Rp 1600 per kilogram itu. Terlihat karung-karung beras masih tersusun rapi, belum banyak berkurang,  setelah, Selasa (2/3) lalu petugas Bulog datang menukar beras yang rusak. 


Lurah Mahakeret Timur, Maxi Tawalujan menungkapkan bahwa hari ini (kemarin) sesuai rencana beras akan disalurkan ke warga yang berhak. "Beras yang rusak sudah ditukar oleh petugas Bulog, Selasa lalu. Sebanyak 117 karung yang ditukar.  Penyaluran baru dilakukan hari ini karena kami harus memastikan dulu kondisi beras apa layak atau tidak disalurkan. Setelah kami cek memang beras sudah layak disalurkan. Tadi sudah ada beberapa warga yang mengambil, tidak ada pengeluhan dari mereka" ungkapnya kepada Tribun Manado, Kamis (04/03). 

 
Maxi menungkapkan ada sebanyak 119 Kepala keluarga (KK) yang akan menerima penyaluran raskin. Hal senada juga diungkapkan oleh Santi, salah seorang warga Kelurahan mahakeret Timur. Menurutnya keadaan beras sudah layak untuk dikonsumsi "Saya puas dengan kondisi beras, ini memang layak dimakan tidak seperti sebelumnya ada ulatnya" ujarnnya.

Beda dari Mahakeret Timur yang baru menyalurkan berasnya kemarin. Kelurahan Lawangirung  sudah sejak Kamis (25/02/10) lalu menyalurkan raskin kepada warganya. Terlihat karung-karung beras sudah banyak berkurang.

Meity, petugas Kelurahan Lawangirung yang bertugas mendata penyaluran beras mengatakan, sudah sebagian besar beras disalurkan ke warga "Penyaluran beras sudah mencapai 50 persen lebih, sudah ada sekitar 100 lebih KK dari 163 KK yang menerima raskin, " ungkapnya. 

Meity juga menungkapkan bahwa penyaluran sempat terhenti waktu lalu, karena ditemukan ulat di dalam beras "Penyaluran sempat terhenti beberapa hari karena petugas harus menukar beras yang rusak. Kami mulai kembali menyalurkan kembali selasa (02/03/10) lalu.

Sampai saat ini belum ada lagi pengeluhan dari warga. tidak seperti yang terjadi sebelumnya," ujarnya. Meity menambahkan bahwa petugas kelurahan tidak ingin kecolongna lagi, sebelum menyalurkan beras selasa (2/3) lalu petugas sudah memeriksa kondisi beras, apa layak atau tidak dikonsumsi. (RYO)

 

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved