Kotamobagu
Toinok Temukan 76 Peluru Aktif di Kebun

Jumat, 5 Maret 2010 | 22:12 WIB

TRIBUN,KOTAMOBAGU - Sedikitnya, 76 butir peluru ditemukan di perkebunan Desa Bintau, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Peluru berkaliber 7,62 milimeter tersebut diperkirakan dibuat sekitar tahun 1949 hingga 1950 dan digunakan saat pergolakan Permesta sekitar 1959 hingga 1960-an.

Kondisi sebagian besar peluru sudah berkarat. Kendati tak lagi mulus, peluru tersebut masih tergolong aktif karena masih berisi mesiu.

"Peluru masih bisa digunakan. Selain itu, jika dibakar akan meledak," kata Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1303 Bolaang Mongondow Letnan Kolonel Infanteri Danu Prionggo melalui Perwira Seksi Intel, Kapten Alfred Tondobana, Jumat (05/03/2010).

Jenis peluru yang ditemukan kali ini digunakan pada jenis garand, senjata laras panjang semi otomatis. Tiap rangkaian berisi empat peluru.

Sebagian besar peluru masih menempel pada perangkainya tapi ada juga yang sudah terpisah. Peluru tersebut ditemukan oleh Toinok Mokodompit, seorang petani warga Bintau, saat mencangkul untuk menanam tomat di kebunnya, beberapa waktu lalu.

"Dia kaget melihat peluru-peluru tersebut. Ia juga bingung mau mengapakannya," tambah Alfred. Karena bingung, Toinok menyimpan peluru-peluru tersebut di rumahnya selama dua pekan.

Kebetulan, Sersan Dua Abi Mokoginta, seorang warga Bintau yang termasuk Babinsa di desa tersebut, pulang. Toinok kemudian menyerahkan peluru temuannya kepada Abi.

Pada Agustus tahun lalu Kodim juga menerima temuan 61 peluru aktif. Peluru-peluru tersebut kemudian dibawa ke Korem setelah dibawa ke Kodim.(MAX)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved