/ Home /
Pilkada
Pulukadang: Cawali Manado Akan Mengerucut Tujuh Pasang

Jumat, 5 Maret 2010 | 22:18 WIB

TRIBUN, MANADO - Meski baru dua partai politik yaitu Demokrat dan Golkar yang mengumumkan siapa calon walikotanya tetapi peta politik menuju Pilwako Manado kian terbaca. Apalagi koalisi sejumlah partai politik sudah terbaca ketika membuka ruang untuk pendaftaran kandidat yang ingin diusung mereka.  


KPU Manado sendiri sudah mengumumkan bahwa ada 7 jalur yang bisa dipakai kandidat agar bisa mencalonkan diri ke Pilwako Manado. Ketujuh jalur itu antara lain 6 jalur partai dan satu atau lebih dari jalur independen (lihat grafis).


Pakar Politik Sulut, Prof Ishak Pulukadang,  mengatakan, pada Pilwako Manado idealnya 7 pasangan saja yang bersaing. Walaupun jika memang akan ada lebih dari 6 pasang, itu merupakan hal yang wajar.  "Semakin banyak calon itu sebenarnya menunjukan semakin besarnya partisipasi politik masyarakat. Artinya dari aspek Demokrasi kondisi politik di Manado patut diberi apresiasi,"ungkap mantan PR III Rektorat Unsrat ini, Kamis (4/3/2010).   


Pulukadang memprediksi hanya akan ada enam calon saja, diantaranya 5 menggunakan partai politik dan 1 dari jalur independen. "Golkar, Demokrat sudah punya calon. PDI Perjungan, Gerindra, Harapan, Pargab sudah membuka pendaftaran. Artinya sudah tujuh pasangan calon yang akan muncul. Namun saya melihat ada kecendrungan Pargab untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan saja," katanya.


Jefry Paat, pengamat politik lainnya punya pendapat yang berbeda. Menurutnya idealnya dalam suatu pemilihan cukup tiga pasangan calon saja. Jika lebih dari itu situasi politiknya sudah tidak sehat. "Sebab, peluang untuk terjadinya persaingan tidak sehat sangat besar. Adanya banyak pasangan calon membuka lebih banyak kepentingan-kepentimngan personal yang ingin memanfaatkan momen saja. Artinya, dari sudut pandang pendidikan politik dan demokratisasi kepada masyarakat hal ini kurang sesuai," katanya.


Misalnya ada 8 pasangan calon. Ketika pada putaran pertama tidak ada pasangan calon yang perolehan suaranya mencapai 30 persen otomatis pasangan calon pada peringat satu dan dua yang akan maju ke putaran kedua. "Nah, enam pasnagan lainnya pasti akan berkoalisi. Siapa yang akan mereka dukung? Prediksi saya itu akan bergantung pada seberapa besar penawaran dari pasangan calon yang ingin menang dan dimomen inilah money politic bisa terjadi," urainya.


Dikatakannya juga masyarakat saat ini masih bingung dengan pasangan calon yang mana yang resmi akan maju bertarung. Masyarakat mayoritas belum tahu persisi siapa calon yang resmi saking banyaknya calon yang menyatakan diri (secara tidak resmi) di baliho maupun lewat media massa. "Yang ada sekarang masih dalam bentuk prediksi-presidksi. kalaupun ada hanya HJP dari Golkar dan Vicky dari Demokrat itupun tanpa pasangannya. Harusnya sudah ada penetapan calon dari masing-masing partai agar masyarakat sudah bisa menentukan pilihan sehingga tidak bingung," ujarnya.


Sementara itu, pengamat politik lainnya dari Unsrat, Ferry Liando, mengatakan, dalam Undang-undang, Peraturan Pemerintah ataupun peraturan-peraturan KPU memang tidak ada yang membatasi berapa pasngan calon Independen di Manado. Sepanjang Ia mampu mengumpulkan jumlah dukungan sesuai ketentuan maka Ia memenuhi syarat.


Tapi dalam pandangan kita, beberapa calon lewat jalur independen masih akan sulit bersaing dengan figur yang diusung suatu partai politik. Indikatornya adalah ketokohan, tim sukses, materi, persiapan cost politik dan keseriusan. 
"Bisa-bisa saja calon independen ini biasa hanya dijadikan alat calon dari parpiol untuk memecah konsentrasi pemilih. Jika hal itu terjadi maka akan menguntungkan calon lain,"kata Liando.(DIT)



P2P

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved