Kamis, 11 Maret 2010 | 18:30 WIB
TRIBUN, MANADO - Transaksi perdagangan saham yang dilakukan masyarakat Kota Manado melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Januari- Februari 2010 mencapai Rp130 miliar.
"Capaian transaksi per bulan rata-rata Rp 65 miliar. Dengan demikian, untuk dua bulan ini berkisar Rp65 miliar," kata Perwakilan Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) BEI Manado, Vonny The, di Manado, Kamis (11/3/2010).
Kata Vonny, jumlah perdagangan tersebut melibatkan sekitar 350 investor yang secara aktif melakukan perdagangan jual beli saham melalui sekuritas yang ada di Manado. Jumlah tersebut meningkat 30 persen dibanding tahun lalu. Hal ini pertanda bahwa perdagangan saham mulai diminati masyarakat Manado.
"Dibandingkan tahun lalu, jumlah investor terjadi peningkatan sekitar 30 persen, hal ini tak lepas dari sosialisasi dan edukasi gencar dilakukan BEI dalam upaya mendorong agar masyarakat semakin tertarik dalam perdagangan saham," kata Vonny.
Vonny mengatakan, ikut dalam perdagangan saham sebenarnya merupakan salah satu alternatif untuk investasi, sepanjang mengetahui terlebih dulu bagaimana caru masuk dan bagaimana resiko bakal dipikul.
"Masyarakat untuk jadi investor di pasar modal harus pandai membaca kondisi ekonomi makro dengan demikian dapat melakukan jual beli saham secara cermat dan menguntungkan," kata Vonny.
Guna mendorong masyarakat semakin tertarik ikut dalam perdagangan saham, maka BEI akan membuka pojok bursa Indonesia di Manado.
Pojok bursa ini dimaksudkan selain untuk pengembangan bisnis , juga ingin memberikan edukasi tentang pasar modal, sehingga ke depan menjadi investasi yang menguntungkan bagi masyarakat.
PIPM BEI yang ada di Kota Manado, merupakan satu dari 12 PIPM yang dibuka BEI hingga tahun akhir 2009, dan untuk tahun ini akan ditambah di daerah lain yang potensial seperti Batam.(ANT)