Top Stories
Prof Rumokoy: Dana Pilkada Rp 95 M Sudah Keterlaluan!

Kamis, 21 Januari 2010 | 02:00 WIB

TRIBUN, MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyetujui anggaran Pemilihan Kepala Daerah sebesar Rp 90 miliar. Anggota DPRD Sulut Benny Rhamdany membenarkan hal tersebut.

Bahkan, menurut Benny Rhamdany, DPRD Sulut akan mengusulkan penambahan Rp 5 miliar untuk pengamanan Pilkada. Artinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulut akan terkuras Rp 95 miliar untuk ongkos Pilkada 2010.

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pilkada Sulut 2004, Prof Donald Romokoy menilai ongkos Pilkada tersebut terlalu besar. Menurutnya, harga logistik untuk penyelenggaraan Pilkada 2004 dan 2010 tak ada perbedaan signifikan.

"Jadi harusnya kalau ada kenaikan, tidak sampai Rp 90 miliar. Itu sudah keterlaluan! Hati-hati dalam pengelolaannya," ujar Prof Donald Rumokoy kepada Tribun Manado, Rabu (20/1/2010).

Prof Donald Rumokoy mencontohkan, Pilkada 2004 hanya menghabiskan dana Rp 22,2 miliar. "Kami mengusulkan rencana anggaran waktu itu Rp 28 miliar. Namun sampai selesainya hanya menghabiskan Rp 22,2 miliar. Masyarakat bisa menilai sendiri sosialisasi dan penyelenggaraan berjalan dengan baik dan sukses,"ujarnya.

Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado itu menambahkan, kenaikan anggaran mencapai Rp 90 miliar atau hampir lima kali lipat itu dialokasikan untuk apa saja? "Aduh, itu terlalu besar. Mungkin sebaiknya KPU mempelajari rencana anggaran KPU tahun 2004,"saran Prof Donald Rumokoy

Dia mencontohkan rincian beberapa mata aggaran Pilkada 2004. Ketika itu ada dua pos dana yang besar, yaitu alokasi dana sosialisasi Rp 1 miliar dan dana penyelenggaraan Rp 15 miliar.

"Dana sosialisasi sudah lebih dari cukup. Semua media cetak, elektronik di Sulut kami berdayakan dengan efisiensi anggaran. Begitupun honor-honor untuk anggota KPU, KPPS, PPK di kabupaten/kota yang masuk dalam alokasi dana penyelenggaraan dengan plot Rp 15 miliar itu sudah cukup,"tuturnya. (DIT)

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

kong kapa dang so

Posted by: xx | Rabu, 7 April 2010 | 13:25 WIB

kalau dana tsb sdh termasuk pilkada propinsi, kabupaten dan kota yg meyelenggarakan pilkada gubernur, bupati dan walikota, maka dana tsb memang logis. Tapi klo hanya utk pilkada gubernur saja, woooww....talalu lagiiii...KPU harus waspada, KPK pasang mata telinga bae2 lihat itu realisasi anggarannya.

Posted by: noni | Selasa, 16 Februari 2010 | 12:47 WIB

kalau dana tsb sdh termasuk pilkada propinsi, kabupaten dan kota yg meyelenggarakan pilkada gubernur, bupati dan walikota, maka dana tsb memang logis. Tapi klo hanya utk pilkada gubernur saja, woooww....talalu lagiiii...KPU harus waspada, KPK pasang mata telinga bae2 lihat itu realisasi anggarannya.

Posted by: noni | Selasa, 16 Februari 2010 | 12:47 WIB

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved