Tribun Manado/Lucky Kawengian
Vreeke Runtu, Vonnie Panambunan, dan Ramoy Luntungan akrab di warung kopi.
Sabtu, 23 Januari 2010 | 23:00 WIB
SAAT suhu politik jelang pemilihan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) makin memanas, tiga figur yang telah menyatakan diri maju bertarung di Pemilukada nanti, Stevanus Vreeke Runtu (SVR), Ramoy Markus Luntungan (RML) dan Vonnie Anneke Panambunan (VAP) terlihat akrab di arena Pacuan Kuda Tompaso.
Sama sekali tak tampak kalau nanti mereka bakal bersaing memperebutkan kursi Sulut 1.Hal yang nampak jelas Sabtu (23/1/2010) sore hingga malam kemarin hanyalah kesan persahabatan dipenuhi canda tawa di antara ketiganya
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar, Stevanus Vreeke Runtu, Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Ramoy Markus Luntungan, dan calon gubernur yang diusung oleh 14 partai gabungan, Vonnie Aneke Panambunan, secara mengejutkan tampil bersama dalam perlombaan tersebut.
Ramoy Luntungan adalah orang pertama yang tiba di gelanggang pacuan kuda kebanggaan masyarakat Tompaso tersebut. Mengenakan kaus berkerah motif warna-warni, Ramoy mengambil tempat duduk diantara penonton dibagian tengah tribun. Kedatangan orang nomor satu di Minahasa Selatan ini langsung menyita perhatian ratusan masyarakat di sekitar tempat duduknya. Secara bergantian warga mendekati Ramoy Luntungan dan bersalaman dengannya.
Tak berapa lama, Vreeke Runtu dan Vonnie Panambunan berturut-turut tiba di lokasi pacuan kuda. Keduanya mengambil posisi yang sama dan langsung terlihat akrab. Sesekali ketiganya terlihat bercanda dan tertawa. Namun, saat beberapa ekor kuda telah mulai berpacu di arena, ketiganya tampak serius memerhatikan kuda siapa yang akan tiba lebih dahulu di garis finish.
Keakraban Vreeke, Vonnie, dan Ramoy, tak berakhir di lokasi pacuan kuda. Usai menyaksikan pertandingan, ketiganya meluncur ke Kawangkoan, tepatnya di rumah kopi "Sarina" di kompleks pertokoan Kawangkoan. Kedatangan mereka menarik perhatian ratusan masayarakat di sekitar areal pertokoan. Mereka langsung berkerumun dalam rumah kopi sambil berusaha melihat figur idamannya.
Tokoh masyarakat Kawangkoan, Herly Umbas yang berada dilokasi tersebut menilai kejadian seperti ini sangat jarang terjadi. Biasanya para cagub akan berkumpul jika menghadiri sebuah acara resmi, namun saat ini keadaannya sangat berbeda. Menurutnya mereka seperti telah berencana untuk berkumpul bersama tanpa membawa persaingan dalam dunia politik.
"Saya salut melihat kebersamaan antara mereka (SVR, RML, VAP) karena bisa tampil bersama tampa menunjukkan aroma permusuhan. Kejadian ini harusnya bisa memberikan pelajaran untuk masyarakat agar tidak masuk dalam perpecahan karena perbedaan pilihan politik. Para petinggi saja masih tetap akur, kenapa masyarakat harus terpecah belah hanya karena perbedaan," ujarnya.
Aksi simpatik selanjutnya ditunjukkan Vreeke dan Ramoy saat hendak keluar dari rumah kopi tersebut. Keduanya seolah menjadi pengawal pribadi Vonnie Panambunan. Mereka seperti sedang melindungi satu-satunya cagub perempuan yang telah menyatakan siap bersaing dalam Pilgub Sulut dari desakan ratusan masyarkat yang berada di luar.
"Ya, beginilah kami, tidak ada rasa permusuhan. Semua berjalan seperti biasa. Kami semua adalah teman. Lihat saja sendiri bagaimana keakraban kami sejak siang tadi," ujar Vreeke.(lucky kawengian)