BANDUNG, TRIBUN- Kordinator Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Dwi Subawanto mengeluhkan menurunnya pelayanan sekolah kepada siswa setelah sekolah digratiskan. Terutama di sekolah-sekolah favorit di pusat kota Bandung.
Indikasi penuruan pelayanan itu misalnya, hilangnya aktivitas harian kepala sekolah untuk memonitor ke ruang-ruang kelas dan memberikan arahan-rahan kepada siswa. Selain itu, pelajaran tambahan yang biasanya rajin dilakukan oleh para guru sekarang pun banyak yang dihapuskan.
"Jadi sekolah-sekolah di kota sama saja dengan sekolah-sekolah di pinggiran seperti di Ujungberung. Guru cuman datang mengajar trus pulang," kata Subawanto, Rabu (11/3).
Menurutnya, sebelum para guru memiliki semangat untuk mengajar hingga melebihi jam kerjanya karena ada setimulus uang tambahan. Namun, setelah sekolah digratiskan mereka tak mendapatkan uang tambahan. Kebisaan guru tersebut dikhawatirkan akan semakin menurunkan kualitas pelayanan kepada siswa.(dia)