Top Stories
Sepasang Naga Gemparkan Kutai Barat
TRIBUN KALTIM
Ular raksasa yang diabadikan seorang pengemudi longboat di pedalaman Kalimantan Timur.
Sabtu, 6 Februari 2010 | 00:44 WIB

MASYARAKAT Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu, digemparkan kemunculan sepasang ular raksasa bertubuh sebesar drum dengan panjang sekitar 40 meter.

Ulat raksasa itu terlihat meliuk di permukaan sungai di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai. Masyarakat Suku Dayak meyakini ular raksasa itu sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Kaltim (grup Tribun Manado), sebenarnya 'naga' berdiameter sekitar 60 sentimeter itu  terlhat sejak Jumat  29 Januari 2010.

Saat itu, sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulu Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.

Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat karena khawatir menjadi korban. "Ternyata kedua naga itu terus berenang dan tak merasa terganggu oleh kehadiran longboat,"tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.

Setelah itu, motoris dan beberapa penumpang langsung mengambil gambar menggunakan ponsel berkamera karena menganggap itu sebuah momen langka. Di wilayah Kubar sendiri foto ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh.

Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebenarnya ada dua naga yang terlihat. Satu naga diyakini berjenis jantan karena di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina karena tidak ada tanduknya. Kedua binatang itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter.

Ia menambahkan, sebelumnya di Long Tuyoq bahkan ada seorang warga dan anaknya yang sedang berburu babi melihat ular raksasa tersebut. Saking kagetnya, sang anak sampai tidak bisa berbicara hingga kini.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kemunculan naga bagi Suku Dayak adalah sebuah pertanda, yakni pemberitahuan akan turun hujan lebat yang diiringi banjir yang terjadi tiga hari setelah kemunculan ular raksasa.

Hal itu lebih meyakinkan karena sejak Senin (1/2/2010) hingga Rabu (3/2/2010), air Sungai Mahakam meluap dan mengakibatkan banjir yang melanda beberapa kecamatan di sepanjang Sungai Mahakam, di antaranya Long Bagun, Laham, Long Hubung, Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Mook Manaar Bulatn.


Kampung Long Tuyoq terletak di Kecamatan Long Pahangai. Memiliki luas 126,95 kilometer persegi dan dihuni mayoritas Suku Dayak Bahau Busang. Mereka tinggal di sepanjang Sungai Mahakam dengan mata pencarian sebagai petani tadah hujan, karet, vanili, berburu, dan penambang emas tradisional.

Long Tuyoq merupakan daerah yang terpencil sehingga akses menuju ke sana cukup sulit. Dari Samarinda jika menggunakan pesawat kecil DAS, membutuhkan waktu 1 jam hingga di Datah Dawai. Setelah itu harus melanjutkan perjalanan dengan ketinting menuju hilir Sungai Mahakam, membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Jika menggunakan longboat butuh waktu satu jam.

Sementara jika menggunakan kapal motor (taksi air) dari Samarinda menuju Long Bagun membutuhkan waktu dua hari. Dari Long Bagun dilanjutkan dengan menggunakan speedboat, tarifnya Rp 500.000 per orang, sedangkan long boat Rp 400 ribu per orang.

Butuh waktu 12 jam dari Long Bagun sampai di Long Tuyoq. Jalur sungai yang dilewati penuh tantangan dan risiko karena harus menghadapi keganasan riam-riam yang ada di sepanjang Sungai Mahakam.

Riam yang dikenal paling ganas adalah Riam Panjang dan Riam Udang, di sana terdapat batu-batu karang yang tajam serta pusaran air yang siap menelan perahu jika tak berhati-hati melintas. Di kanan-kiri Sungai Mahakam menuju Kampung Long Tuyoq ditumbuhi pohon-pohon besar seukuran tubuh kerbau.(Tribun Kaltim)

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

ular naga pertama kali muncul di china di kota dragonkoi....

Posted by: GERY | Sabtu, 19 Juni 2010 | 10:04 WIB

Wah hebat Kal-tim, selain kaya sumber alamnya, kaya juga hewan-hewannya.

Posted by: asyiah | Selasa, 23 Februari 2010 | 13:16 WIB

wah memang keajaiban alam

Posted by: gea meryna | Rabu, 10 Februari 2010 | 17:24 WIB

wah... ular naga... panjanganya bukan kepalan...menjalar jalar selalu liar kemari... (seperti lagu ular naga) itulah keajaiban dunia bahwa kalimantan timur juga punyaa... siiip

Posted by: heru prasetyo | Senin, 8 Februari 2010 | 13:01 WIB

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved