Sabtu, 6 Februari 2010 | 02:38 WIB
TRIBUN, KARACHI - Seorang pelaku bom bunuh diri yang naik sepeda-motor melancarkan serangan yang menewaskan 12 orang Syiah di ibukota komersial Pakistan, Karachi, Jumat (5/2/2010).
Serangan tersebut disusul beberapa jam kemudian dengan ledakan di sebuah rumah sakit tempat korban cedera dirawat, menewaskan 13 orang.
Kekerasan itu menyulut pertanyaan lebih lanjut mengenai keefektifan operasi pasukan keamanan dalam menumpas militan Taliban yang didukung Al-Qaeda pada suatu masa ketika Washington mendorong Pakistan membantu menstabilkan Afghanistan.
Bom kedua itu mencederai 100 orang. Menteri Kesehatan Provinsi Saghir Ahmed mengatakan bahwa 15 orang yang terluka berada dalam kondisi kritis. "Ledakan itu terjadi tepat di tengah beberapa ambulan," kata wartawan Reuters, Augustine Anthony, mengenai ledakan kedua itu.
Laporan masih simpang-siur mengenai penyebab ledakan-ledakan itu. Sejumlah polisi mengatakan, serangan itu dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri yang naik sepeda-motor, sementara beberapa pejabat lain mengatakan bahwa ledakan itu berasal dari bom yang dipasang.
Tidak jelas apakah serangan itu dimaksudkan untuk menyulut kekerasan sektarian atau menciptakan kesan bahwa pemerintah tidak mampu menstabilkan Pakistan yang berkekuatan nuklir. Polisi menyatakan telah menjinakkan sebuah bom lagi di lingkungan rumah sakit Karachi yang merawat korban-korban ledakan itu. "Bom itu dipasang di perangkat televisi dan kami berhasil menjinakkannya," kata perwira polisi senior Ghulam Nabi Memon.
Taliban Pakistan melancarkan serangan-serangan bom pada pasar yang ramai dan fasilitas tentara serta polisi, menewaskan ratusan orang sejak Oktober dalam upaya menggulingkan pemerintah pro-AS pimpinan Presiden Asif Ali Zardari yang tidak populer.
Serangan di kota pelabuhan utama dan tempat pasar saham Pakistan itu bisa membuat takut investor, yang menyaksikan perluasan operasi kekerasan Taliban dari pangkalan mereka di kawasan suku dekat perbatasan Afghanistan ke daerah-daerah perkotaan besar, termasuk serangan terhadap sebuah masjid di dekat markas besar militer yang kuat.
Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan.
Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.
Meski terjadi perlawanan di Waziristan Selatan, banyak pejabat dan analis yakin bahwa sebagian besar gerilyawan Taliban telah melarikan diri ke daerah-daerah berdekatan Orakzai dan Waziristan Utara.
Waziristan Utara adalah benteng Taliban, militan yang terkait dengan Al-Qaeda dan jaringan Haqqani, yang terkenal karena menyerang pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan, dan AS menjadikan daerah itu sebagai sasaran serangan rudal pesawat tak berawak.(ANT)