KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
George Junus Aditjondro
Senin, 8 Februari 2010 | 18:43 WIB
TRIBUN, JAKARTA - Apa yang menimpa penulis buku 'Membongkar Gurita Cikeas,' George Junus Adijtondro, menurut aktifis Gerakan Indonesia Bersih (GIB)Adhie Massardi adalah korban politik 'catenaccio' (bertahan habis-habisan) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hanya yang memancing George adalah orang dekat SBY yang tidak lain kawan dekatnya yakni Ramadhan Pohan.
Mengapa demikian? Adhie menjelaskan sejak kenaikannya sebagai presiden, SBY sudah lama menerapkan politik bertahan lewat cara mendefinisikan dirinya seperti orang yang teraniaya. "Kita mengenal SBY sudah cukup lama lewat politik keteraniayaan," ujar Adhie di Doekoen Coffee, Minggu (8/2).
Terkait Ramadhan yang tiba-tiba datang pada acara bedah buku George beberapa waktu lalu, adalah pancingan alias serangan balik secara halus. Bahkan Adhie sudah merasa kedatangan Ramadhan akan menimbulkan sesuatu.
"Ternyata betul dengan gaya persuasinya memancing George. Jadi memang ini sudah diskenariokan," sambung orang dekat Gus Dur itu.
Skenario inilah yang diterapkan dalam politik bertahan SBY, memasang Ramadhan untuk masuk diskusi George bukan untuk bedah buku tapi untuk mengalihkan isu. Hal ini pula yang berujung pada ditetapkannya George sebagai tersangka dengan sangkaan melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap Ramadhan.
"Akibatnya publik jadi kurang simpati pada George, dan pembicaraan Gurita Cikeas yang ditulisnya kemudian berubah menjadi isu pemukulan," urainya.
Menurut Adhie, bukan saja SBY yang menerapkan pola cattenacio tapi juga partai Demokrat yang dipimpinnya. Adhie mencontohkan peran Ruhut Sitompul di Panitia Khusus Kasus Century terlihat sangat baik. Katanya, "Ruhut Sitompul bukan saja berhasil dipasang untuk memancing emosi dan untuk menjegal anggota pansus yang kritis. Tapi juga membuat pansus jatuh di mata masyarakat."
Isu terbaru semakin kuatnya gaya politik cattenacio adalah ketika SBY mengkritik aksi demonstran yang membawa kerbau pada 28 Januri 2010 lalu. Merasa dirinya disamakan dengan kerbau, menurut Adhie, adalah setting SBY sendiri. SBY seolah-olah dikerbau-kerbaukan padahalan tidak ada. "Jadi dengan cara teraniaya inilah politik cattennacio bermain," ujarnya.
Potik cattenacio yang demikian, Adhie mengatakan harus dihentikan. Karena politik seperti ini sangat menjijikkan. "Dia naik dengan cara politik menjijikkan. Setiap kali mendapat kewalahan pasti nanti ada serangan baliknya. Saya kira politik seperti ini harus dihentikan," pungkasnya. (*)
LAPORAN: PERSDA NETWORK/YOGY