Citizen Journalism
Harus Mengalah
tribun manado/yudith rondonuwu
Hok Naga
Selasa, 9 Februari 2010 | 00:15 WIB

Laporan Hok Naga
Ketua DPD I Hanura Sulut dari Arena Munas Hanura, Surabaya, Jatim.

SUNGGUH hari yang panjang. Setelah sore (Sabtu 6/2/2010), Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) terpilih, malamnya kami masih harus membahas topik-topik sesuai komisi yang ada.

Saya sangat bersyukur bisa tergabung dalam Komisi A dan terlibat serunya ikut membahas nasib kader Hanura di kawasan Indonesia bagian Timur. Selanjutnya penentuan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hanura yang sudah kami tunggu-tunggu.

Tidak terasa sudah pukul empat subuh. Padahal, sudah sejak pagi kami berada di Ballroom Hotel Sangri- La Surabaya ini. Seru rasanya melihat tim pemenangan bayangan dari para kandidat Sekjen bergerilya melobi ketua-ketua DPD I yang ada.

Tidak ada pemilihan Sekjen karena peserta Munas sepakat memilih Sekjen lewat sebuah tim formatur. Pada pukul empat subuh itulah muncul kesepakatan bahwa Doosy Iskandar yang layak menjadi Sekjen Hanura periode 2010-2015. Doosy adalah Ketua DPD Hanura Jawa Timur.

Kami para utusan  Hanura dari Indonesia Timur, meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan Kalimantan yang sedari awal mendukung satu nama sebagai Sekjen mewakili daerah Indonesia Timur, akhirnya harus mengalah. Keinginan kami untuk menempatkan perwakilan gender dan perwakilan daerah Indonesia Timur, pupus sudah. Walau demikian, kami tetap berkomitmen untuk melakukan setiap keputusan Munas ini.

Ada rasa bangga bahwa Dewie Yasin Limpo yang merupakan Ketua DPD I Hanura Sulsel masuk dalam nominasi calon Sekjen. Walaupun akhirnya ia tidak terpilih dan harus standby sebagai Ketua DPD I Hanura Sulsel. Demikian halnya calon Sekjen yang sempat muncul namanya ke permukaan, yaitu Saleh Husain yang juga anggota DPR RI, serta Yus Usman, Sekjen Hanura 2006-2010, harus mengalah dan menerima keputusan ini.

Adapun dalam kepengurusan DPP Hanura kali ini, Ketua Umum Terpilih, Pak Wiranto, sudah menetapkan akan adanya perampingan struktur. Tadinya, dalam struktur ada 51 wakil ketua bidang, kini hanya 27 wakil saja. Ini semua, kata Pak Wiranto, "Demi efektifitas kepengurusan."

Tidak lupa Pak Wiranto menekankan pentingnya kaderisasi demi eksistensi partai Hanura. Pak Wiranto juga melakukan jumpa pers usai acara penutupan Munas hari ini, Minggu (7/2). Penutupan berlangsung dari jam 9 pagi hingga jam 12 siang.

Dalam pidato politiknya hari ini Pak Wiranto menyentil tentang kesiapan Hanura menghadapi Pilkada saat ini dan Pilpres 2015 mendatang.  Terlebih khusus tentang upaya mengambil peran dalam Pilkada di daerah-daerah, Pak Wiranto menjelaskan, semua dipercayakan kepada pengurus DPD I Hanura di provinsi tersebut. Hanya saja, setiap ada perkembangan harus dilaporkan kepada pengurus pusat.

Sekarang, Munas sudah selesai, namun kami pengurus-pengurus dari daerah memanfaatkan waktu yang terluang untuk santai bersama sambil bertukar pikiran tentang usaha untuk memajukan daerah masing-masing. Semoga harapan untuk menjadikan rakyat sejahtera benar-benar sesuai dengan hati nurani rakyat. Semoga Partai Hanura bisa ikut mewujudkannya!(*)

*) Hok Naga alias Petrus Antonius Poluan, Ketua DPD I Hanura Sulut.
 

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2010 Tribun Manado. All rights reserved