Selasa, 9 Februari 2010 | 12:57 WIB
INGIN melakukan Sollus per aqua (Spa) yang alami? Datang saja ke Pantai Moinit yang terletak di Desa Tawaang, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan. Tidak perlu membayar, tinggal gali pasir dan biarkan air laut memberikan sensasi hangat ke bagian tubuh anda. Selain itu, Spa di antara deburan ombak dan indahnya pantai, tentu akan memembantu tubuh anda menjadi semakin relaks.
Hangatnya pasir dan air laut di pantai tersebut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang sedang melakukan terapi pengobatan. Seperti yang dilakukan Herman (46), yang sudah dua bulan lebih mengalami stroke. Bagian tubuh sebelah kiri lumpuh. Telah seminggu, pria yang bekerja di galangan kapal di Bitung itu rajin mandi di Pantai Moinit.
"Tubuh saya mulai membaik. Sebelumnya, jongkok saja susahnya minta ampun. Sekarang sudah bisa dan tidak separah yang dulu," ujar Herman
Namun, tidak semua sisi pantai Moinit yang bisa dipakai untuk Spa. Di pantai tersebut terdapat bangunan terbuka untuk duduk.
Bangunan tersebut menghadap ke pantai. Nah, di bagian pantai itulah, air dan pasirnya terasa hangat, bahkan panas. Untuk mencobanya, masukan kaki anda di antara pasir dan karang.
Modi Legi, penduduk Tawaang II, mengatakan, sebenarnya di belakang gubuk, yaitu di rawa-rawa airnya juga terasa hangat. "Mungkin, karena daerah ini masih dekat dengan gunung Soputan," ujarnya.
Pantai Moinit letaknya tidak jauh dari Ibu Kota Minsel, Amurang. Jaraknya hanya 8 Kilometer dari kota tersebut. Dan bila memakai kendaraan bisa ditempuh tidak lebih 20-30 menit. Sedangkan dari Manado jaraknya kira-kira 70 km.
Menurut Edy Pattiranie setiap Minggu dan tanggal-tanggal merah, pantai ini banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik. Mereka berasal dari daerah sekitar Tenga, seperti Amurang, Tombatu, Kotamobago dan Manado. "Wisatawan asing yang datang ke sini sangat jarang," ujar penduduk Tawaan ini.
Pantai ini bisa dicapai melalui jalur Trans Sulawesi menuju arah Kotamobago. Hanya, sepanjang jalan dari Amurang ke pantai Moinit, jarang dijumpai papan petunjuk keberadaan objek wisata ini. Setelah pertigaan menuju Motoling dan Kotamobago, hanya ada tugu dan hanya papan petunjuk yang letaknya sekitar 700 meter dari Pantai Moinit.
Selain itu, walaupun sudah dibangun bangunan terbuka untuk pengunjung, tapi bangunan tersebut tampak tidak terawat. Rumput dan eceng gondok tampak tumbuh liar. "Padahal sekitar dua tahun lalu, bangunan tersebut pernah dipakai Gubernur untuk acara ulang tahunnya," ujar Modi. (edi sukasah)